SAYEMBARA DESAIN

RUMAH WISATA (HOMESTAY) NUSANTARA



Keilmuan Arsitektur dan Pariwisata akhir-akhir ini sering saling dikaitkan seiring dengan semakin naiknya trend pariwisata di Nusantara, hal ini dikarenakan kelimuan arsitektur ini telah mengalami pergeseran paradigma dalam penciptaan dan pemaknaan akan ruang. Sementara itu, ilmu pariwisata merupakan bidang yang unik dan dinamis yang memerlukan analisis dari berbagai aspek keilmuan lain secara stimultan (Przelawski 1993) meliputi: aspek Fisik (motivasi, persepsi, pilihan, preferensi, interaksi, dan kepuasan), Ekonomi (pemasaran, promosi, organisasi, investasi), hingga Arsitektur dan Perencanaan (kewilayahan, tata ruang, daya tarik, strategi, kebijakan dan program). Pada Perpres No. 6 tahun 2015, Badan Ekonomi Kreatif menetapkan sebagai nilai yang diciptakan dari sumberdaya intelektual yang mencakup 16 unsur yang termasuk didalamnya adalah; (1) Aplikasi dan Pengembangan Permainan (2) Arsitektur (3) Desain Interior (4) Desain Komunikasi Visual (5) Desain Produk (6) Fesyen (7) Film, Animasi & Video (8) Fotografi (9) Kriya (10) Kuliner (11) Musik (12) Penerbitan (13) Periklanan (14) Seni Pertunjukkan (15) Seni Rupa (16) Televisi dan Radio

Terkait hal tersebut, Kementerian Pariwisata melakukan pengembangan 10 destinasi wisata prioritas dalam hal ketersediaan salah satu fasilitas bagi wisatawan. Fasilitas tersebut berupa “RUMAH WISATA”

Definisi Rumah Wisata mengacu pada istilah “Pondok Wisata” (homestay) yang menurut Peraturan Menteri Parekraf no 9 tahun 2014 ; adalah penyediaan akomodasi berupa bangunan rumah tinggal yg dihuni oleh pemiliknya dan dimanfaat kan sebagian untuk disewakan dengan memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari dengan pemiliknya.

Dengan demikian, didalam usaha mengembangkan 10 destinasi wisata prioritas Indonesia, keterlibatan dan peran serta masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk diwujudkan sehingga masyarakat dapat menjadi “Tuan rumah di negerinya sendiri”

Dalam mendorong masyarakat untuk berperan serta dalam pengadaan Rumah Wisata ini, pemerintah akan mendukungnya melalui program “Kredit/Pemilikan Rumah Sejahtera”. Masyarakat pemilik Rumah Wisata akan memperoleh penghasilan dari penyewaan kamar atau bagian dari rumahnya,

Rumah Wisata tersebut diharapkan mengambil inspirasi dari arsitektur tradisional setempat.