SAYEMBARA DESAIN

RESTORAN NUSANTARA 2017


Keilmuan Arsitektur dan Pariwisata akhir-akhir ini sering saling dikaitkan seiring dengan semakin naiknya trend pariwisata di Nusantara, hal ini dikarenakan kelimuan arsitektur ini telah mengalami pergeseran paradigma dalam penciptaan dan pemaknaan akan ruang. Sementara itu, ilmu pariwisata merupakan bidang yang unik dan dinamis yang memerlukan analisis dari berbagai aspek keilmuan lain secara stimultan (Przelawski 1993) meliputi : aspek Fisik (motivasi, persepsi, pilihan, preferensi, interaksi, dan kepuasan), Ekonomi (pemasaran, promosi, organisasi, investasi), hingga Arsitektur dan Perencanaan (kewilayahan, tata ruang, daya tarik, strategi, kebijakan dan program). Pada Perpres No. 6 tahun 2015, Badan Ekonomi Kreatif menetapkan sebagai nilai yang diciptakan dari sumberdaya intelektual yang mencakup 16 unsur yang termasuk di dalamnya adalah; (1) Aplikasi dan Pengembangan Permainan (2) Arsitektur (3) Desain Interior (4) Desain Komunikasi Visual (5) Desain Produk (6) Fesyen (7) Film, Animasi & Video (8) Fotografi (9) Kriya (10) Kuliner (11) Musik (12) Penerbitan (13) Periklanan (14) Seni Pertunjukkan (15) Seni Rupa (16) Televisi dan Radio.

Terkait hal tersebut, Kementerian Pariwisata melakukan pengembangan 10 destinasi wisata prioritas dalam hal ketersediaan salah satu fasilitas bagi wisatawan. Fasilitas tersebut berupa “RESTORAN NUSANTARA”.

Definisi Restoran mengacu pada istilah yang tercantum dalam Peraturan Menteri Parekraf nomor 11 tahun 2014 tentang standar usaha restoran. “Usaha Restoran” yaitu usaha penyediaan jasa makanan dan minuman dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan dan penyajian di suatu tempat tetap yang tidak berpindah-pindah dengan tujuan memperoleh keuntungan dan/atau laba.

Dengan demikian, selain sebagai salah satu sarana wisata, sebuah restoran selayaknya dapat memberikan kesan baik dari segi pelayanan maupun suasana ruangnya. Untuk itu desain harus mempunyai kesan tersendiri dari segi interiornya. Kesan-kesan tersebut dapat dibentuk pada elemen-elemen pembentuk dan pelengkap ruang yang merupakan unsur-unsur desain interior. Dalam segi pembangunan juga harus memperhatikan lingkungan agar pengunjung restoran dapat menikmati hidangan itu sendiri.

Dalam pengembangan destinasi pariwisata, peran serta masyarakat menjadi hal penting untuk diwujudkan dalam rangka menjadikan mereka “Tuan Rumah di Negerinya Sendiri”

Selain suasana lingkungan dan kesan tersendiri sebuah restoran, dengan isu yang berkembang saat ini, yaitu peningkatan suhu bumi yang sangat drastis akibat pembangunan yang tidak memperhatikan ekologi serta pemanfaataan bahan yang berlebihan, sangat baik diterapkan sustainable design yang memperhatikan dampak terhadap lingkungan kedepannya pada desain sebuah restoran, mengingat merupakan ruang publik dengan skala besar dengan pemanfaatan banyak hal terutama material yang berasal dari alam.